the meaning of a frienship


dear my friends...

you're a music in me.

you're art in my heart.

you're a puzzle in my mind.

the last you're history in my life.

this is never ever change. always forever.

love you all

Read More...

seimbangkan otakmu


Otak kiri? Otak kanan? Apa pula itu?

Otak kita bukannya cuma ada satu, ya? Hehehe... ternyata ada yang namanya Dual Brain, lho. Dan ternyata penting hukumnya untuk menyeimbangkan otak kiri dan kanan kita. Otak adalah bagian paling vital dari tubuh manusia. Walaupun beratnya hanya sekitar dua persen dari bobot tubuh, namun di dalamnya terdapat puluhan ribu syaraf dan jutaan sel yang menjadi pusat kontrol utama tubuh kita.Pada tahun 1981, seorang ahli dari Institut Teknologi California bernama Dr. Roger Sperry mendapatkan nobel atas teorinya Dual Brain, yang memisahkan otak menjadi dua bagian, kiri dan kanan. Dua bagian otak tersebut memiliki fungsi penting yang berbeda. Secara motorik, otak bagian kiri berfungsi mengendalikan tubuh sebelah kanan, sementara otak kanan mengendalikan belahan kiri. Dua bagian otak tersebut juga memiliki tugas masing-masing: Otak kiri umumnya berfungsi untuk kemampuan bicara, rasio, akademis dan keteraturan (bersifat analitis). Sementara otak kanan lebih mengarah pada kemampuan visual, intuisi dan seni (bersifat kreatif).Pada abad 19, orang-orang cenderung melatih fungsi otak kiri dan mengabaikan otak kanan. Padahal, kedua fungsi otak tersebut sama-sama penting dan saling melengkapi. Nah, jika selama ini otak kiri atau kanan kita yang bekerja lebih dominan, artinya kini saatnya kita mempergunakan keduanya alias whole brain. Karena kita akan jauh lebih cerdas dan mendapatkan hasil yang efektif serta efisien. Jadi, latih keseimbangan otak kita dengan cara:Latihan otak kiriSusun koleksi buku, CD atau DVD sesuai urutan alfabet.?Tulislah di diary tentang semua kegiatan kita hari ini, serta buat planner untuk rencana esok hari.?Catat pengeluaran uang jajan kita.?Makan pada jam yang teratur.?Beranikan diri untuk berpendapat dalam diskusi kelas.?Ikut serta dalam organisasi sekolah.?Jangan anti sama pelajaran matematika, dan coba berlatih hitung-hitungan.Latihan otak kanan ?Jangan takut melakukan hal-hal baru.?Jika kita pergi ke suatu tempat, perhatikan bentuk bangunan dan warnanya, dan coba hafalkan.Lakukan kegiatan relaksasi pikiran, misalnya yoga.Cobalah selama sehari melakukan kegiatan tanpa direncanakan sebelumnya.?Lakukan kegiatan yang berkaitan dengan seni, misalnya belajar alat musik, dance atau melukis.?Cobalah untuk lebih ekspresif. Hal ini bisa dilatih dengan cara curhat ke sahabat atau menuliskannya dalam blog.Tekuni hobi fotografi. (Tisam) sumber: www.gadis.co.id

Read More...

Kera dan Ayam

Pada jaman dahulu, tersebutlah seekor ayam yang bersahabat dengan seekor kera. Namun persahabatan itu tidak berlangsung lama, karena kelakuan si kera. Pada suatu petang Si Kera mengajak si ayam untuk berjalan-jalan. Ketika hari sudah petang si Kera mulai merasa lapar. Kemudian ia menangkap si Ayam dan mulai mencabuti bulunya. Si Ayam meronta-ronta dengan sekuat tenaga. Akhirnya, ia dapat meloloskan diri.

Ia lari sekuat tenaga. Untunglah tidak jauh dari tempat itu adalah tempat kediaman si Kepiting. Si Kepiting adalah teman sejati darinya. Dengan tergopoh-gopoh ia masuk ke dalam lubang kediaman si Kepiting. Disana ia disambut dengan gembira. Lalu Si Ayam menceritakan semua kejadian yang dialaminya, termasuk penghianatan si Kera.


Kemudian si Ayam mengundang si Kera untuk berlayar ke pulau seberang. Dengan rakusnya si Kera segera menyetujui ajakan itu. Beberapa hari berselang, mulailah perjalanan mereka. Ketika perahu sampai ditengah laut, mereka lalu berpantun. Si Ayam berkokok “Aku lubangi ho!!!” Si Kepiting menjawab “Tunggu sampai dalam sekali!!”

Setiap kali berkata begitu maka si ayam mencotok-cotok perahu itu. Akhirnya perahu mereka itu pun bocor dan tenggelam. Si Kepiting dengan tangkasnya menyelam ke dasar laut. Si Ayam dengan mudahnya terbang ke darat. Tinggallah Si Kera yang meronta-ronta minta tolong. Karena tidak bisa berenang akhirnya ia pun mati tenggelam.


Mendengar hal itu akhirnya si Kepiting tidak bisa menerima perlakuan si Kera. Ia berkata, “marilah kita beri pelajaran kera yang tahu arti persahabatan itu.” Lalu ia menyusun siasat untuk memperdayai si Kera. Mereka akhirnya bersepakat akan mengundang si Kera untuk pergi berlayar ke pulau seberang yang penuh dengan buah-buahan. Tetapi perahu yang akan mereka pakai adalah perahu buatan sendiri dari tanah liat.


Read More...

Get your own Mini Editor from Polyvore